Senin, 09 April 2012

...

Gua pernah punya seorang temen... Waktu awal-awal, gua sangat diakui guru-guru pengajar. Di segala bidang, gua dikenal... Macem-macem deh... Gua emang dikenal baik di kalangan guru-guru, bukannya gua sombong ya, tapi begitulah. Gua dikaruniai otak yang cukup cepat menerima materi, dan yaa bisa dibilang pintar di kelas lah.

Selain diantara guru-guru, gua juga dikenal sama kakak kelas dan orang lain di lingkungan sekolah. Secara, gua pernah ikut lomba dan menang melawan kakak-kakak kelas. Gua juga dianggap punya skill dalam bergaul. Gua juga pernah tampil di beberapa acara kecil dan kegiatan keseharian. Yaa, gua bersyukurnya, banyak dari mereka yang kenal gua karena dari sisi baik gua. Pasti juga ada yang kenal dari sisi buruk gua. Itu pasti. Karena yang namanya manusia itu, gak bakal lepas dari sifat kontradiksi.

Ya, menjelang dekat-dekat ini, ada seseorang yang kayaknya ada yang ilfill gitu sama gua. Berawal dari gua yang menjadi koordinator suatu tugas. Yang namanya koordinator inti, gua mencakup segala hal. Lelah kanan kiri depan belakang. Dan itu mungkin membuat dia kesal, karena gua gak becus kerjanya. Yaa, gua akuin, gua emang kurang becus dalam mengkoordinasikan sesuatu, apalagi ini awal banget buat gua.

Yang kedua, waktu itu gua lagi ulangan. Susah banget buat gua, gua ga bisa. Sama sekali. Dan gua nanya dia. Ingat, gua mau bertanya, bukan mau nyontek. Gua nengok, lantas bertanya. Caranyaa aja. Dia ngeliat gua, dan dia bilang gak tau. Oke, sekejap gua kecewa karena dia gak tau. Tapi gua lebih kecewa saat gua tau kalo dia ternyata udah selesai dari tadi. Wew. Yah, kalo kata orang sih ya cukstaw.

Ada lagi, di sekolah gua ada kegiatan pencarian bakat. Awalnya dia ngasih saran. Bagus sarannya, tapi itu kan berarti dia yang ngerti. Apalagi sarannya itu yang sama sekali gua gak ngerti karena berhubungan dengan nge-mix musik. Karena gua taunya dia ngerti, jadi dia yang harusnya pegang kendali. Di samping itu, gua juga mempersiapkan, takut-takut dia gak jadi atau semacamnya. Yang gua bakal mainin adalah solo gitar.

Saat pengocokan nomor, gua dapet di hari berikutnya. Bukan di hari awal.

Secara pada nonton, hingga gua terpana saat melihat solo guitaris yang tangannya keriting gara-gara kejagoan main gitar. Dan saat itulah dia bertanya, kelas kita mau nampilin apa. Karena dia bertanya kayak gitu, berarti dia gak jalan, kan ? Maka gua jawab, solo gitar dan gualah yang main...

Ya. Gua jawab ala kadarnya aja. Emang bener, kan ?

Tapi kayaknya dia gak suka kalau gua yang maju (lagi). Entahlah, karena dia kebelet eksis atau apa, atau mungkin emang bosen kali kalo gua mulu yang maju. Gua jujur aja juga bosen, dikit-dikit tampil. Tampil. Capek.

Takut dia "naik dengan cara menjatuhkan" ... Gua gak mau jatuh, makanya gua tetep ada di langkah gua. Berjalan sesuai dengan arah hati gua berkata ... Karena pada dasarnya, hati kecil itu adalah sesuatu yang paling jujur dan tidak pernah bisa dipungkiri ...


Fuuh, sejujurnya aja yaa. Ini suhuzon gua doang. Semoga apa yang gua suhozonin ini salah. Semoga emang dia mau bersaing dengan cara yang bersih dan yaa sekiranya masih ada rasa "care" sama temen. Meski sejujurnya gua kurang yakin tentang adanya "Persaingan yang bersih" ...

Sesuatu banget yaa, :-) ...

Kali ini ...

Barusan gua selesai nonton film "We Bought a Zoo" yang dibintangi sama Matt Damon yang berperan sebagai Benjamin Mee. Film ini tulisannya "Based on a true story", semoga bener adanya.

cover film "We Bought a Zoo"


















Ini salah satu film drama/comedy/family mungkin ya. Soalnya, ada scene-scene lucu juga di film ini. Yaa, beruntung gua nonton sendirian. Berhubung kakak-kakak gua lagi pada di luar. Terutama bokap gua, drama apapun gak doyan. Untung dia udah molor.

Yaa, Banyak scene yang ngena banget di film ini. Terutama sama kehidupan pribadi gua. Dimana yang namanya usaha tiada henti akan selalu menghasilkan sesuatu.

Diantara beberapa scene yang menurut gua menarik, ada salah satu yang paling menarik. Yaitu scene dimana "Keberanian 20 detik" ...

Maksudnya apa ?

Yaa, setelah gua nonton film ini, gua cukup bersyukur. Gua udah melaksanakan keberanian singkat itu sebelum-sebelumnya. Dan gua baru sadar setelah nonton film ini.

Dalam scene nya, seorang anak bernama Dylan yang sedang berbincang dengan bokapnya yang bernama Benjamin ... Benjamin tau kalo si Dylan ini lagi polinlov sama yang namanya Lily, cuman Dylan nya gak mau ngomong. Malu katanya ...

Tapi Benjamin berkata, "Terkadang kita butuh 20 detik keberanian untuk mengatakan sesuatu. Malu memang, tapi toh malu yang kita rasakan hanya 20 detik, karena setelah itu hasilnya akan menyenangkan. Sesuatu yang besar" ...

Ya, banyak emang yang udah gua lakukan dengan keberanian beberapa detik itu.

Yang pertama, angkat tangan saat ditanya guru. Itu saat gua kelas VII. Pelajaran biologi yang diajar sama Bu Indri Hastuti. Tentang pengertian fotosintesis dan proses dkk nya. Waktu itu gak ada yang berani ngangkat tangan. Entah gak berani, entah emang pada gak tau. Maka dengan gemeteran dan penuh rasa malu (apalagi baju SMP gua masih anget-angetnya), gua angkat tangan. Loh kok disuruh ngomong di depan, tentang pengertian fotosintesis dan prosesnya. Laaah,,, dan gua maju sampe terkencing-kencing. Kacamata gua benerin berkali-kali. Keringet dingin. Nahan pipis. Nahan berak. Gigit bibir.

Gua ngomong, dan salah saat gua menjelaskan tentang proses. Yak, apa yang terjadi, gua dapet tambahan nilai. Bukan bener atau salahnya, tapi keberanian gua untuk ngacung dan maju. Kata Bu Indri sih gitu ya.

Banyak emang, dan setelah kejadian itu, gua berprinsip keberanian dan kejujuran. Meski ujung-ujungnya gua ogah ngacung karena emang takut salah dan akan menimbulkan rasa malu. Kalo udah malu, takutnya depresi dan bunuh diri keselek jakun sendiri. Kan bahaya.

Dan inilah salah satu yang gua lakukan dan gua rasakan pada tanggal 10 Juli 2011 ... Dimana gua dag-dig-dug dan KATARAK tingkat Afghan (Dibaca sadis). Salah satu peristiwa gua yang bersejaraaahhh ~~~~

Waktu itu, 10 Juli 2011. Di depan tempat sampah, gua sama seorang gadis lagi diem-dieman. Muka gua kayak kepiting rebus yang marah-marah dan lagi kena darah tinggi. Kaki gua gemeteran kayak semut laper kepanasan. Mulut gua kaku kayak ulet sagu di kutub utara dikasih es batu. Semua serba kacau. Keringet gua deres. Muka gua gak tau bentuknya. Mungkin kayak raket badminton yang udah ambles dilindes truck kali ya.

Sumpah, demi apapun. Gua bener-bener dihajar ANDILAU. ANtara DIlema dan gaLAU.

Saat itu, gua diem-dieman. Bingung mau ngomong apalagi. Sementara gadis di depan gua ini harus segera pulang. Begitu juga dengan gua. Salah tingkah.

Jujur aja, gua mau nembak sejak gua kelas III. Cuma sayangnya gua baru ketemu pas kelas VIII. Dan itulah cinta pertama gua. Pernah waktu itu gua jatuh cintrong pas kelas VII, tapi rasanya itu bukan jatuh cintrong. Entahlah, gua berasa kurang srek aja.

Cinta pertama gua, oleh seorang gadis (gua bukan pedofil apalagi homo). Dia baik, cantik, cerdas, pintar, terampil, musisi, dan banyak lagi.

Lamaaa, gua pendem rasa ini sampe kantong gua udah gak kuat nahan. Pengen cepet-cepet mbrojol aja gitu.

Sampe akhirnya, gua nembak dia saat bertepatan dengan dimulainya LDR gua. Yaitu, tanggal 10 Juli 2011.

Yak, gua kumpulkan keberanian gua di mulut. Sampe di mulut, gua bagi separo buat mulut, separo buat hati. Otak gak kebagian. Soalnya ini berhubungan dengan cinta. "Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika", kata pikiran alam bawah sadar gua sambil clubbing. 

Dalam waktu kurang lebih 20 detik itulah, gua menyatakan rasa cinta gua. Gua tembak dia. DOR. Gua nunduk, takut muka gua tiba-tiba berubah jadi serigala karena di matanya itu ada bulan purnama (eaaaa ~~) ...

Gua tertunduk setelah gua menyatakannya, mainin jari jempol tangan gua. Jempol kaki gua dibalik sepatu sport yang gua pake juga ikut berontak, gak mau kalah.

Diam, beberapa detik berlalu. Rasa malu itu hapuslah sudah. 20 detik yang berharga. Ditolak atau diterima, urusan belakangan. Yang penting hari ini bisa diinget sama dia. Dimana seorang Lyra Aurora menyatakan cintanya pada seorang gadis.

Sempet pikiran gua bertanya-tanya. Mungkin gadis ini berpikiran "Kenapa Lyra mau sama aku ?" ... Maka pikiran gua yang lain menjawab "Why not ?" (scene ini juga ada di film "We Bought a Zoo") ... Gua gak akan menyesal udah nembak seorang gadis kayak dia.

Lalu hati gua bergejolak ketika mendengar suara lirihnya, bertanya kembali, namun dengan isyarat menerima. Maka gua bersyukur banget.

Dan itulah kisah gua selama 20 detik yang bermakna itu. Sampe sekarang pun, gua masih LDR sama dia.

Gua sama sekali gak menyesal dengan rasa malu yang gua alami selama 20 detik. Tanpa 20 detik, umur gua gak akan pernah jadi enam belas kayak sekarang.

Thanks, God. You gave me courage at that time.

Maka pada hari itu, gua menyimpulkan... Keberanian yang didasari kebenaran, adalah suatu kemenangan.

Minggu, 08 April 2012

CURHAT ...

CURahan Hati dan pantAT ...

Yak, sekarang gua lagi break dari belajar yang membosankan dan bikin gua separo gila ... Makanya gua agak heran kalo ada orang yang bilang kalau hobinya itu : Belajar ... Entahlah, belajar dalam hal apa gua gak tau ... Mungkin beberapa bilang belajar itu selalu berhubungan dengan buku ... Hufftt ...

Semester satu kemarin, alhamdulillah sesuatu banget, gua dapet ranking satu. Well, saat gua ditanya pada awal semester dua, tentang gaya belajar, gua jawab "Belajar dari maghrib sampe jam sembilan" ... Tapi dibalik semua itu, ternyata gua berbohong. Lho, kok ?. Iya, gua ga pernah belajar di rumah. Gua belajar dengan sistem SKS (Sistem Kejar Sejam). Yaa, bukan gua sombong atau apa. Yang namanya belajar dari buku, terutama TEORI, itu membosankan, kata gua.

Gua lebih senang dengan belajar gaya gua. Belajar mengamati sesuatu dengan seksama, mendengarkan, dan berbicara. Menelaah dan menganalisa apapun di sekitar gua. Gua belajar tentang bentuk gelombang awan, tekanan dan arah gerak angin. Daya hantar listrik, perpindahan kalor, sebagian besar gua pelajari di lapangan. Perhitungan emang seharusnya lebih dominan, apalagi di kertas ulangan. Tapi beginilah gua, pengamat. Ya, pengamat. Gua lebih senang menulis apa yang udah gua amati.

Di mana ada ilmu, di sanalah saya belajar ... Itulah cara gua belajar ...

Yak, ganti tema ...

Gua sebenernya mau bahas suatu karya.

Karya, bagi gua, karya itu separuh nyawa. Jadi perbanyaklah karya anda, supaya anda bisa hidup jauh lebih lama. Seandainya kita memiliki tiga karya, nyawa kita sudah satu setengah. Ya, kan ? Seandainya kita mati, maka karya kita akan tetap hidup. Terus melangkah, atau tersimpan kumuh dibalik tumpukan kertas yang kucel. Tapi dia akan tetap hidup. Dengan cara apapun.

Well, yeah ...

Puisi "Tinta" karya : Lyra Aurora

Yaa, emang cuma sekedar sih ya. Gua gak pinter-pinter amat bikin puisi, apalagi gambar (liat deh hiasan pulpen di sebelah kanan itu). Niatnya mau bikin sayap, gak taunya malah jadi rambut Sasuke Uchiha yang ketombean. Tau ah,

Eia, tapi bener loh ya ... Yang namanya suatu karya kita sendiri, bukan kita yang menilai. Penilaian kita hanya sekedar dan buat kita doang. Tapi penilaian orang lain lah yang ditunggu. Jangan pernah bilang karya kita "Jelek". Semua karya kita itu bagus. Yang jelek itu kalo kita ngambil karya orang lain. Itu jelek. Sangat jelek. Jadi jangan pernah ragu untuk berkarya.

Baik atau buruknya perlakuan seseorang, pasti akan mendapatkan balasannya ...

Berkaryalah, kreatif, jangan pernah menyerah sampai atasan anda yang nantinya menyerah, jangan pernah takut pada kesalahan, kita manusia (di planet Uno-Nioin kita disebut WrongMan), yang kalo dalam bahasa Inggrisnya, "Manusia Kesalahan" ...

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, Bro !. Jadi selau aja ...

  • Pilih salah satu ...Cintai apa yang kamu lakukan ...
  • Lakukan apa yang kamu cintai ...
Pilih tanpa ragu dan jangan berbohong, tidak usah dijawab, cukup telaah baik-baik ...

Feel the different ...


Trust me, it works ...

...

CURHAT ... CURahan Hati dan pantAT ...

Gua mau bahas masalah "Ngaret" ...

1. Pengertian Ngaret

Ngaret berasal dari Pran Cisja Man Neo, yaitu "Nga" yang berarti "Meng" dan "Karet" yang berarti "Melar". Berarti "Ngaret" secara umum adalah "Mengaretkan" ...

Ada beberapa pendapat dari beberapa pakar ilmu ke CURHAT an ...


  • Prof. Nas Iud U. K
          Menurut profesor dari Palung Segitiga Bermuda ini, NGARET adalah suatu kegiatan dimana suatu hal yang diulur sehingga mengakibatkan sesuatu yang negatif.
  • Ket Opra K. dalam bukunya "NGARET on the Road in the Hell"
          Dalam suatu kutipan di dalam bukunya yang gak kejual itu, menjelaskan NGARET adalah satu kesatuan yang dipandang masyarakat secara negatif dengan cara menggunakan waktu secara tidak efisien. Melalaikan suatu kewajiban atau tidak pernah selesai tepat waktu, dengan cara beralasan yang benar ataupun yang salah.
  • As Ina N.
          Menurut salah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pengamat perkembangan dunia alam bawah sadar dan gaib ini, NGARET adalah suatu kegiatan ketidakpedulian masyarakat terhadap betapa pentingnya waktu. Selalu terlambat dalam bekerja, dan mengakibatkan efek samping pada penderita darah tinggi dan suatu kerja tim.

2. Fungsi Ngaret

Fungsi ngaret bisa dikatakan tidak ada, karena hampir semua yang dihasilkan oleh ngaret selalu berujung negatif. Liat aja para pendapat ilmuwan di atas.

...

Yak ngaret ...

Dalam budaya Indonesia, Ngaret adalah suatu kebudayaan yang entah berasal dari mana. Kalau kata Tetua dari Konoha agak ke Bogor, Ngaret di Indonesia itu berasal dari kebudayaan zaman dinosaurus. Dimana Dinosaurus di Indonesia itu sering kena maag, gara-gara ngaret sama yang namanya waktu makan.

Tapi ternyata, ada teori lain yang menurutnya lebih pasti.

Teori yang membuat gua agak miring (dibaca miring). Kenapa ? Karena menurut Tetua miring  ini, kepunahan dinosaurus di waktu itu karena efek negatif dari ngaret.

Jadi waktu itu, kata Tetua miring, ada dua kubu dalam Dino Kingdom. Kubu Karnivora, dan Kubu Herbivora. Nah, suatu saat, mereka lagi mau ngadain rapat. Eh, ternyata salah satu kubu ada yang ngaret (masih diteliti kubu mana yang ngaret), sehingga membuat kubu lainnya kesal dan terjadilah peperangan besar antara dinosaurus karnivora dengan herbivora.

Jelas yang menang ya yang Karnivora, makannya daging !!! . Lah yang herbivora ?. Nah, kemenangan emang didapat sama Kubu Karnivora, barulah setelah itu, langit marah karena Kubu Karnivora sombong dan tidak ada rasa kasihan dengan sesama Dino Kingdom. Barulah langit menjatuhkan hujan meteor dan musnahlah kejayaan Kubu Karnivora.

Menelaah kejadian di atas, gua jadi harus bisa nahan emosi. Takut nanti langit jatohin hujan meteor juga ke bumi, berhubung temen gua gak nyampe-nyampe. Bilangnya sih on the way. Tapi tau deh.

Yak, curhatan gua kali ini emang kayaknya umum ya. Siapa yang enak dibuat PHP (Pemberi Harapan Palsu) ?? Rata-rata pada bilang gak enak. Ngaret juga salah satu kegiatan peng-PHP-an orang. Tapi jujur aja yaaa !!! Ngaret itu enak (kalo menurut gua). Yaa, sebenernya itulah yang harusnya dibuat langka atau  mungkin dipunahkan. Tapi gimana ya ? Hal itu mendarah daging dari keturunan dinosaurus jaman dulu sampe sekarang, sehingga kebudayaan ini lebih mendarah daging daripada korupsi.

Disadari atau tidak disadari, kita semua adalah makhluk ngaret.

Nih, ya. Menurut gua, ngaret itu gak selamanya janji jam 7 dateng jam 8. Selesai hari Selasa dikumpulin hari Jum'at. Gak selamanya kayak gitu. Tapi dalam proses pun, ada aja yang namanya ngaret. Coba kalian baca pendapat Ket Opra K. di atas. Efisiensi waktu.

Banyak pelajar yang beralasan Study Group, tapi ujungnya justru Play Group. Yaah, jujur aja, gua juga begitu kok. Tapi kita semua harus bisa mengerti betapa pentingnya dan betapa berharganya waktu yang udah kita buang buat ngatain orang, gosip, main hp, ngebajak hp orang, curcol. Semua bisa dan boleh dilakukan ketika pekerjaan yang sedang kita lakukan itu KELAR SEMUA.

Yaah, buat evaluasi diri gua juga ini artikel yang agak miring. Gapapa deh, asal yang baca juga jangan ikut miring.

Sekian. Mohon maaf kalo ada kesalahan dan banyak tulisan yang miring-miring di artikel ini.

Kalo ada semur di gudang, boleh kita menumpang nyanyi.
Kalo ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi.

Terima kasih ~~~