...
Gua pernah punya seorang temen... Waktu awal-awal, gua sangat diakui guru-guru pengajar. Di segala bidang, gua dikenal... Macem-macem deh... Gua emang dikenal baik di kalangan guru-guru, bukannya gua sombong ya, tapi begitulah. Gua dikaruniai otak yang cukup cepat menerima materi, dan yaa bisa dibilang pintar di kelas lah.
Selain diantara guru-guru, gua juga dikenal sama kakak kelas dan orang lain di lingkungan sekolah. Secara, gua pernah ikut lomba dan menang melawan kakak-kakak kelas. Gua juga dianggap punya skill dalam bergaul. Gua juga pernah tampil di beberapa acara kecil dan kegiatan keseharian. Yaa, gua bersyukurnya, banyak dari mereka yang kenal gua karena dari sisi baik gua. Pasti juga ada yang kenal dari sisi buruk gua. Itu pasti. Karena yang namanya manusia itu, gak bakal lepas dari sifat kontradiksi.
Ya, menjelang dekat-dekat ini, ada seseorang yang kayaknya ada yang ilfill gitu sama gua. Berawal dari gua yang menjadi koordinator suatu tugas. Yang namanya koordinator inti, gua mencakup segala hal. Lelah kanan kiri depan belakang. Dan itu mungkin membuat dia kesal, karena gua gak becus kerjanya. Yaa, gua akuin, gua emang kurang becus dalam mengkoordinasikan sesuatu, apalagi ini awal banget buat gua.
Yang kedua, waktu itu gua lagi ulangan. Susah banget buat gua, gua ga bisa. Sama sekali. Dan gua nanya dia. Ingat, gua mau bertanya, bukan mau nyontek. Gua nengok, lantas bertanya. Caranyaa aja. Dia ngeliat gua, dan dia bilang gak tau. Oke, sekejap gua kecewa karena dia gak tau. Tapi gua lebih kecewa saat gua tau kalo dia ternyata udah selesai dari tadi. Wew. Yah, kalo kata orang sih ya cukstaw.
Ada lagi, di sekolah gua ada kegiatan pencarian bakat. Awalnya dia ngasih saran. Bagus sarannya, tapi itu kan berarti dia yang ngerti. Apalagi sarannya itu yang sama sekali gua gak ngerti karena berhubungan dengan nge-mix musik. Karena gua taunya dia ngerti, jadi dia yang harusnya pegang kendali. Di samping itu, gua juga mempersiapkan, takut-takut dia gak jadi atau semacamnya. Yang gua bakal mainin adalah solo gitar.
Saat pengocokan nomor, gua dapet di hari berikutnya. Bukan di hari awal.
Secara pada nonton, hingga gua terpana saat melihat solo guitaris yang tangannya keriting gara-gara kejagoan main gitar. Dan saat itulah dia bertanya, kelas kita mau nampilin apa. Karena dia bertanya kayak gitu, berarti dia gak jalan, kan ? Maka gua jawab, solo gitar dan gualah yang main...
Ya. Gua jawab ala kadarnya aja. Emang bener, kan ?
Tapi kayaknya dia gak suka kalau gua yang maju (lagi). Entahlah, karena dia kebelet eksis atau apa, atau mungkin emang bosen kali kalo gua mulu yang maju. Gua jujur aja juga bosen, dikit-dikit tampil. Tampil. Capek.
Takut dia "naik dengan cara menjatuhkan" ... Gua gak mau jatuh, makanya gua tetep ada di langkah gua. Berjalan sesuai dengan arah hati gua berkata ... Karena pada dasarnya, hati kecil itu adalah sesuatu yang paling jujur dan tidak pernah bisa dipungkiri ...
Fuuh, sejujurnya aja yaa. Ini suhuzon gua doang. Semoga apa yang gua suhozonin ini salah. Semoga emang dia mau bersaing dengan cara yang bersih dan yaa sekiranya masih ada rasa "care" sama temen. Meski sejujurnya gua kurang yakin tentang adanya "Persaingan yang bersih" ...
Sesuatu banget yaa, :-) ...
Senin, 09 April 2012
Kali ini ...
Barusan gua selesai nonton film "We Bought a Zoo" yang dibintangi sama Matt Damon yang berperan sebagai Benjamin Mee. Film ini tulisannya "Based on a true story", semoga bener adanya.
![]() |
| cover film "We Bought a Zoo" |
Gua ngomong, dan salah saat gua menjelaskan tentang proses. Yak, apa yang terjadi, gua dapet tambahan nilai. Bukan bener atau salahnya, tapi keberanian gua untuk ngacung dan maju. Kata Bu Indri sih gitu ya.
Gua sama sekali gak menyesal dengan rasa malu yang gua alami selama 20 detik. Tanpa 20 detik, umur gua gak akan pernah jadi enam belas kayak sekarang.
Minggu, 08 April 2012
CURHAT ...
CURahan Hati dan pantAT ...
Yak, sekarang gua lagi break dari belajar yang membosankan dan bikin gua separo gila ... Makanya gua agak heran kalo ada orang yang bilang kalau hobinya itu : Belajar ... Entahlah, belajar dalam hal apa gua gak tau ... Mungkin beberapa bilang belajar itu selalu berhubungan dengan buku ... Hufftt ...
Semester satu kemarin, alhamdulillah sesuatu banget, gua dapet ranking satu. Well, saat gua ditanya pada awal semester dua, tentang gaya belajar, gua jawab "Belajar dari maghrib sampe jam sembilan" ... Tapi dibalik semua itu, ternyata gua berbohong. Lho, kok ?. Iya, gua ga pernah belajar di rumah. Gua belajar dengan sistem SKS (Sistem Kejar Sejam). Yaa, bukan gua sombong atau apa. Yang namanya belajar dari buku, terutama TEORI, itu membosankan, kata gua.
Gua lebih senang dengan belajar gaya gua. Belajar mengamati sesuatu dengan seksama, mendengarkan, dan berbicara. Menelaah dan menganalisa apapun di sekitar gua. Gua belajar tentang bentuk gelombang awan, tekanan dan arah gerak angin. Daya hantar listrik, perpindahan kalor, sebagian besar gua pelajari di lapangan. Perhitungan emang seharusnya lebih dominan, apalagi di kertas ulangan. Tapi beginilah gua, pengamat. Ya, pengamat. Gua lebih senang menulis apa yang udah gua amati.
Di mana ada ilmu, di sanalah saya belajar ... Itulah cara gua belajar ...
Yak, ganti tema ...
Gua sebenernya mau bahas suatu karya.
Karya, bagi gua, karya itu separuh nyawa. Jadi perbanyaklah karya anda, supaya anda bisa hidup jauh lebih lama. Seandainya kita memiliki tiga karya, nyawa kita sudah satu setengah. Ya, kan ? Seandainya kita mati, maka karya kita akan tetap hidup. Terus melangkah, atau tersimpan kumuh dibalik tumpukan kertas yang kucel. Tapi dia akan tetap hidup. Dengan cara apapun.
Well, yeah ...
![]() |
| Puisi "Tinta" karya : Lyra Aurora |
Eia, tapi bener loh ya ... Yang namanya suatu karya kita sendiri, bukan kita yang menilai. Penilaian kita hanya sekedar dan buat kita doang. Tapi penilaian orang lain lah yang ditunggu. Jangan pernah bilang karya kita "Jelek". Semua karya kita itu bagus. Yang jelek itu kalo kita ngambil karya orang lain. Itu jelek. Sangat jelek. Jadi jangan pernah ragu untuk berkarya.
Baik atau buruknya perlakuan seseorang, pasti akan mendapatkan balasannya ...
Berkaryalah, kreatif, jangan pernah menyerah sampai atasan anda yang nantinya menyerah, jangan pernah takut pada kesalahan, kita manusia (di planet Uno-Nioin kita disebut WrongMan), yang kalo dalam bahasa Inggrisnya, "Manusia Kesalahan" ...
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, Bro !. Jadi selau aja ...
- Pilih salah satu ...Cintai apa yang kamu lakukan ...
- Lakukan apa yang kamu cintai ...
Trust me, it works ...
...
CURHAT ... CURahan Hati dan pantAT ...
Gua mau bahas masalah "Ngaret" ...
1. Pengertian Ngaret
Ngaret berasal dari Pran Cisja Man Neo, yaitu "Nga" yang berarti "Meng" dan "Karet" yang berarti "Melar". Berarti "Ngaret" secara umum adalah "Mengaretkan" ...
Ada beberapa pendapat dari beberapa pakar ilmu ke CURHAT an ...
- Prof. Nas Iud U. K
- Ket Opra K. dalam bukunya "NGARET on the Road in the Hell"
- As Ina N.
Tapi ternyata, ada teori lain yang menurutnya lebih pasti.
Jelas yang menang ya yang Karnivora, makannya daging !!! . Lah yang herbivora ?. Nah, kemenangan emang didapat sama Kubu Karnivora, barulah setelah itu, langit marah karena Kubu Karnivora sombong dan tidak ada rasa kasihan dengan sesama Dino Kingdom. Barulah langit menjatuhkan hujan meteor dan musnahlah kejayaan Kubu Karnivora.
Sekian. Mohon maaf kalo ada kesalahan dan banyak tulisan yang miring-miring di artikel ini.


di 17.54 Diposting oleh Lyra Aurora
0 komentar